Bagiku karya lukisan atau visual atau ilustrasi yang di-generate Ai itu bukanlah penciptaan. Karena untuk mencipta, seseorang harus memiliki dan melibatkan 3 aspek ini: cipta, rasa dan karsa.
Ketika hal ini direduksi hanya menjadi suatu prompt, maka itu bukanlah SENI.
Karena proses penciptaan karya seni itu ada aspek INVOLVEMENT atau Keterlibatan dari si pencipta. Maka ada namanya creator dan creation. Jika hal ini dipotong dengan brutal, yang ada hanyalah karya tanpa ruh.
Keberadaan seniman itu penting dalam proses kelahiran sebuah karya karena tanpa proses keterlibatan aktif seniman dalam kelahiran karyanya. Sebuah karya itu menjadi “mati” atau empty shell.
Oleh karena itu….Ai dapat meniru karya dari jutaan artist terkenal….tapi itu adalah sebuah mimikri dari empty shell. Kamu hanya lihat bungkusnya saja, cangkangnya saja, yang boleh saja wujudnya stunning namun tak memiliki ESENSI.
Justru ketika sang seniman “menuangkan dirinya” dalam proses berkarya, ia…. sama seperti Tuhan, sedang menghembuskan nafas dan ruhnya ke dalam karya itu dan ITULAH yang bikin sebuah karya itu “HIDUP”.
Bisakah Ai melakukannya? Kendati ada manusia yang melakukannya (memberi prompt) di baliknya?
Tentu saja, TIDAK.
Pertama, Ai bukan manusia dan ia tak punya RUH jadi dia tak bisa “menghembuskan” apapun ke dalam hasil karya yang di-generate-nya.
Kedua, walau ada manusia yang mengoperasikan atau memberi instruksi di baliknya, namun untuk menghasilkan karya di Ai, yang diaktifkan bukan jiwa dan ruh-mu tapi sekedar instruksi atau order.
Pertanyaanku sekarang adalah….menurutmu, apakah worth it jika aspek mencipta yang membuat manusia sangat dekat dan menyerupai Tuhannya ini, DIGANTIKAN dengan kemudahan?
Dengan menjentikkan jari lalu kamu dapat gambar bagus, semudah meminta pada Genie in a Bottle?
Kamu tahu apa yang membuat hal meminta kepada Genie in a Bottle menjadi scary?
Memang mudah, karena genie dapat mengabulkan berbagai permintaanmu. Tapi ada harga mahal yang harus dibayar; KETERGANTUNGAN. Sehingga tanpa disadari, kamu bukan lagi Tuan atas “jin” tersebut. Kamu semata-mata gak bisa hidup jika si “jin” tidak ada.
Apakah menurutmu Ai bisa jadi “jin” ini? Coba tanyakan dengan jujur pada dirimu sendiri.
#DiaryCewekIndigo #SuaraSemesta #AIdevelopment
Bonus

Tiara ingin menunjukkan proses pembuatan cover di atas. Pertama-tama, image yang asli dibersihkan dan kemudian Tiara mencari images yang sesuai untuk ditambahkan di dalam poster cover post ini.






