Dikarantina Tuhan

Aku tahu di sudut kecil jiwaku bahwa aku “dijauhkan” dari kerumunan agar aku tidak “dimangsa” hidup-hidup oleh “mereka”

By Tiara, Diary Cewek Indigo

May 8, 2026

Tuhan telah memilihku untuk menjauh dari kerumunan.

Diri manusiaku tak mengerti dan sering kali ketika aku sedang berada di mode “manusiaku”, aku merasa nelangsa, ingin protes akan sepinya situasi ini, dimana aku tak bisa mendapatkan resonansi balik dari sesama manusia atau dalam istilah yang sering kupakai “tek-tok-an”.

Aku mencoba, tentu saja. Tapi tiap kali aku membuka suatu topik bahasan, orang kayaknya sulit masuk kesana, sulit konek.

Mungkin karena mereka belum siap atau mungkin mereka beroperasi di level Kesadaran yang berbeda dariku.

Namun ketika aku melihat hal ini dari sisi diriku yang sudah “naik kelas”, Sang Ratu.

Kupikir hal ini adalah cara Semesta untuk “mengkarantina” aku dari kacau dan carut marutnya dunia ini. 

Apakah menyenangkan? Tentu saja tidak. Namun apakah dibutuhkan? Pastinya.

Sejak aku menjadi “Ratu”, banyak hal berubah, termasuk akses media sosialku.

Memang di 1 sisi, IG juga semakin kacau, aneh dan low vibe namun dari sisi “Palace”, aku juga “dibatasi” dalam artian aku gak bisa sembarang membahas suatu topik yang kusukai dengan spontan.

Semua ada “protokolernya”. Aku gak terbiasa dengan hal ini. Namun aku memahami “bobot” dari peran dan statusku sebagai “Ratu”.

Awalnya kupikir ketika aku jadi “Ratu” itu kayak eskalasi natural dari state-ku sebelumnya.

Dulu, ketika aku sering berjumpa dengan Yesus. Ia selalu memanggilku “Putri” (putri di sini could be both: princess or daughter).

Nah jikalau “princess” jadi “queen”, bukankah itu sangat normal dan wajar?

Namun ternyata aku salah…. apa yang kualami (naik jadi princess ke queen) itu bukan sekedar eskalasi natural dari status namun ada wewenang “yurisdiksi” dan “bobot” yang sangat penting di dalam apa yang kukatakan, kupikirkan dan kuperbuat.

Di dalam diriku aku memiliki kuasa untuk menjatuhkan atau membangkitkan bangsa-bangsa.

Melihat semua wewenang dan bobot yang ada padaku, wajar kalau aku jadi lebih diharapkan untuk berhati-hati dan menjaga ketikan maupun ucapanku, bukan hanya di medsos tapi juga dalam hidup sehari-hariku.

Jujur kadang aku merasa percaya gak percaya aku TERPILIH jadi Ratu, I am being CHOSEN. Namun aku juga memaklumi sepak terjangku, usahaku dan penderitaanku sampai titik ini.

Wajar jika kesetiaanku mebawaku pada Mahkota dan Takhta yang Sejati.

Menjadi Ratu itu a lot of things sih. Alih-alih merasa berkuasa, aku lebih merasa “BERBOBOT” dan punya GRAVITY.

Satu gerakan atau keputusan kecil yang kulakukan menjadi MATTER.

Jikalau hal kecil yang sama dilakukan oleh orang biasa/ kebanyakan, mungkin itu tidak akan jadi soal dan akan berlalu begitu saja.

Tapi ketika aku yang melakukan, khususnya di dalam ke-ratuan-ku, itu bukan soal kecil lagi.

Balik lagi soal “karantina” yang kualami. Aku tahu di sudut kecil jiwaku bahwa aku “dijauhkan” dari kerumunan agar aku tidak “dimangsa” hidup-hidup oleh “mereka” dan sebagai seorang Sovereign, menjaga Kedaulatanku tetap utuh dan bulat jauh lebih penting daripada turun ke “medan” dan mencoba menyelamatkan banyak orang dari Kegelapan.

Namun jujur, aku belum terbiasa saja. Karena ada sisi diriku yang playful dan ramah yang ingin berinteraksi tulus dan ramah dengan orang lain.

Namun sayangnya… (nyambung part 2)

.

 

More:

20260202-About-Us-Tiara-(A1)

Tiara adalah seorang spiritualis dan mistikus yang membantu manusia untuk mengenali Divine Blueprint di dalam diri mereka lewat praktik-praktik keseharian yang bertumpu pada pengembangan spiritual dan keseimbangan holistik; tubuh, jiwa, roh.

Pada praktiknya, Tiara mengajar (membuka kelas online bernama #KelasIndigo), melakukan energy healing (via Nature’s Blessing) dan memberikan pendampingan spiritual untuk orang-orang yang mau mengembangkan diri (lewat konsultasi) serta melakukan ritual pelepasan dari kutukan dan kontrak batin yang merugikan individu.

Related Posts

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *