Bagiku sekarang menjaga Cahayaku jauh lebih penting daripada eksis di media sosial atau menerangi banyak orang. Aku tak tahu sejak kapan kolektif jadi lebih “lapar” dan “buas” terhadap Cahaya. Bahkan sedikit Cahaya yang kukeluarkan (emanating from my presence) sudah bisa membuat mereka bergejolak dengan buas.
Aku tak berbicara soal Darkness per se. Tapi manusianya. Para manusia yang sedang dilanda kegelapan dan keputusasaan.
Di satu sisi aku punya compassion yang sangat besar kepada mereka, namun aku tak bisa menolong mereka, cause they are so many. Mereka terlalu banyak untuk kutolong.
Tentu awalnya aku masih mencoba untuk menolong dengan mengajak mereka untuk melihat “Cahaya”, supaya mereka bisa berjalan ke arah Cahaya tersebut.
Namun nampaknya, kebanyakan orang tak mau memproses Cahaya ini sendiri di dalam diri mereka dan mau instan-nya saja, yaitu dimana aku yang mengunyahkan Cahaya itu bagi mereka. Tentu saja hal ini tak mungkin.
Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan diri saat ini jauh lebih penting karena kita gak bisa lihat seberapa bergejolaknya hati orang-orang. Namun yang kutahu pasti tiap kali aku masuk dan post sesuatu di IG, sebentar lagi aku akan merasa “kotor, jorok” dan menyesal telah berbagi, kendati setulus atau se-sehat apapun aku sebelum post.






